Tuesday, July 30, 2013

Sekolah Sebaiknya Gratis atau Berbayar ?



Di era globalisasi saat ini banyak permasalahan yang terjadi baik itu masalah internal maupun eksternal, dalam kaitanya sistem pemerintahan di Indonesia sangat banyak ditemukan kendala-kendala yang dapat memberikan permasalahan. Dalam dunia pendidikan misalnya masih banyak anak-anak Indonesia yang  tidak  sekolah karena faktor utama yaitu biaya. Berapa banyak potensi anak muda Indonesia yang dapat disalurkan untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik lagi. Namun masih banyak para pejabat negara yang tidak menaati aturan-aturan yang berlaku, lalu yang menjadi korban adalah anak mudanya. Potensi yang dimiliki anak-anak Indonesia akhirnya pun terabaikan karena tidak adanya rasa kepedulian antar sesama. Ketika seorang calon pejabat ingin dipilih oleh rakyat disanalah mereka sibuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat kalangan bawah. Lalu ketika para pejabat itu telah dipilih rakyat maka disanalah mereka  lupa akan kewajibannya atau visi misi yang dimiliknya dan tentunya yang menjadi korban adalah anak-anak Indonesia.
Dalam sistem pendidikan di Indonesia pun masih banyak kendala yang harus dihadapi oleh Pejabat Negara yaitu masalah Kemiskinan dan Pendidikan dalam kesempatannya Menteri  Koordinator bidang Perekonomia, Hatta Rajasa menyebut  "Ini pekerjaan besar kita untuk mendorong peningkatan pendidikan dengan pemberantasan kemiskinan,"  kata Hatta saat membuka Kongres HMI (MPO) ke-29 di Bale Binarum, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/6) malam. sumber : http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/06/28/mp2xih-kemiskinan-dan-pendidikan-masalah-yang-harus-dihadapi-indonesia
Oleh karena itu yang berperan dalam pemberantasan kemisikinan bukan hanya para pejabat namun seluruh masyarakat yang ada di Indonesia.
                Masalah yang terdapat di Indonesia salah satunya yaitu Kapitalisasi Pendidikan melalui kebijakan “ Membadan usahakan dunia pendidikan”, pendidikan dihadapkan pada biaya yang sangat mahal. Dengan adanya sekolah yang berkatagori SBI mematok harga masuk per siswa adalah 5-10 juta dan SPP per bulannya Rp 200.000. Hal ini yang membuat anak-anak yang tidak memiliki biaya sebesar itu tidak dapat bersekolah kejadian ini dapat menimbulkan DISKRIMINASI PENDIDIKAN. Oleh karena itu sekolah sebaiknya gratis dari jenjang SD-SMA harus tetap memberikan dana BOS bagi siswa yang tidak mampu karena dengan begitu dapat memberikan kemudahan bagi para orang tua yang pekerjaanya sebagai petani atau pun buruh.
                Pendidikan yang ada di German diberikan secara gratis, jika Indonesia dapat memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak yang kurang mampu itu akan dapat melahirkan generasi-generasi muda yang berpendidikan dan akan mengurangi tingkat kemiskinan juga dapat mengurangi anak-anak jalanan yang putus sekolah. Sebaiknya kita dapat mengambil pelajaran dari German, German saja dapat memberikan pendidikan gratis bagi para pelajarnya, lalu kenapa Indonesia tidak? , tentunya Indonesia pun dapat memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak Indonesia asalakan para pejabat yang ada di Indonesia tidak memakan anggaran yang telah diberikan untuk anak-anak Indonesia. Jika hal tersebut dapat diatasi maka akan memberikan dampak positif bagi majunya Bangsa Indonesia dan mewujudkan anak Negeri yang memiliki nilai pendidikan tinggi serta mampu bersaing dengan negara-negara lain. Bring Indonesia to the world.


lutfiyaalqaranyy@blogspot.com/beasiswadataprint.html

Tuesday, July 23, 2013

MEMELUK HARAPAN MENGGAPAI BINTANG

Matahari di siang itu membuat suasana menjadi panas dan tak terkendali, angin berhembus kencang namun tak membuat panas semakin berkurang. Menjadi seorang anak yang memiliki tanggungan besar terhadap keluarga membuat hidup tak menentu, memberikan beban bagi seorang anak remaja yang berusia 18 tahun, sebut saja namanya Dika seorang anak yang terlahir dari keluarga yang broken home, dan membuatnya semakin terpuruk ketika ayah yang ia cintai telah meninggalkannya beberapa bulan lalu. Hal tersebut yang  membuat Dika semakin terpuruk ketika ia di wajibkan untuk memberikan nafkah kepada adik-adiknya maklum saja Dika adalah anak sulung yang memiliki peranan penting bagi keluarga, namun tak seindah dibayangkan oleh kebanyakan orang. Membayangkan Dika akan bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, ternyata malah sebaliknya. Dengan keadaan demikian, membuat dirinya tak sanggup lagi untuk menjalani kehidupannya, pada akhirnya ia terjerumus kedalam pergaulan yang salah dan membawanya harus mendekam di penjara selama bertahun tahun.