Saturday, January 19, 2013

RUNTUHNYA KEJUJURAN BAGI PARA KORUPTOR


Dewasa ini, korupsi adalah masalah serius di banyak negara-negara di Asia. Begitu seriusnya, perkembangan korupsi telah mengancam stabilitas dan keamanan nasional maupun internasional, melemahkan institusi dan nilai-nilai demokrasi dan keadilan serta membahayakan pembangunan selanjutnya dan penegakan hukum. Dalam pandangan Peter Eigen, sampai batas-batas tertentu korupsi tidak hanya mengancam lingkungan hidup, hak asasi manusia, lembaga-lembaga demokrasi tetapi juga menghambat pembnagunan dan memperparah kemiskinan jutaan orang di seluruh dunia.
Di Indonesia, misalnya, dari waktu ke waktu praktik korupsi telah merjalela dan hal tersebut menimbulkan banyak problematika di Indonesia. Terutama dalam masalah perekonomian Indonesia yang semakin tahun semakin memburuk, hal ini tidak dapat dipungkiri lagi masalah korupsi menjadi salah satu diantaranya. Para koruptor yang memakan uang rakyat hanya bisa menikmati kesenanganya semata, tanpa memikirkan apa yang telah menjadi tanggung jawabnya sebagai seorang pejabat yang seharusnya mampu untuk memegang amanah tetapi malah memakan uang rakyat. Banyak kasus-kasus di Indonesia ini tidak hanya mengenai korupsi semata, tetapi masalah politik yang begitu pekik yang membuat hati masyarakat tak tenang akan pemberitaan yang simpang siur. Semua masalah yang terjadi di Indonesia tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah namun juga masyarakat harus mampu untuk dapat membantu masalah yang terjadi di Indonesia ini.
Pada tahun 2013 ini Indonesia mengalami degradasi moral, padahal modal utama untuk menduduki jabatan publik adalah etika dan integritas, namun demikian pada saat ini para koruptor tidak lagi malu atas perbuatanya. Koruptor tidak lagi memiliki rasa kejujuran untuk mengungkapkan hal yang sebenarnya terjadi, malah mereka mencari cari kesalahan dan menunjuk tersangka korupsi lainnya. Sebut saja Nazaruddin yang menjadi tersangka korupsi Wisma Atlet yang mencari cari tersangka lainnya. Hal tersebut yang membuat permasalahan di Indonesia ini tak kunjung henti, masalah politik yang semakin memanas dan juga masalah bencana-bencana alam lainnya. Seluruh aspek permasalahan yang ada di Indonesia ini harus diselesaikan secara bersama-sama baik antara Pemerintah dan juga masyarakat. Masyarakat jangan hanya menuntut tetapi masyarakat juga harus memberikan kemudahan bagi pemerintah.
Musuh bersama itu bernama korupsi dan realita dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh berbagai macam lembaga, menunjukan keprihatinan yang mendalam bahwasanya Indonesia menjadi salah satu negara terkorup di dunia. Hal tersebut memberikan kesedihan bagi masyarakat Indonesia. Ditambah lagi dengan para koruptor yang tidak memiliki kejujuran dalam setiap pengakuannya di pengadilan, sungguh menyedihkan. Bagaimana seorang pejabat yang asik dalam duniannya kemudian ketika masalah korupsi mereka menjadi salah satu bagian dari pada koruptor, dan perbuatan mereka yang tercela akan berdampak negatif bagi masyarakat di Indonesia, ditambah lagi dengan sikapnya yang tidak jujur. Di Indonesia ini telah runtuh nilai dari sebuah kejujuran, seharusnya koruptor yang menjadi tersangka harus bisa jujur atas perilaku yang telah dilakukannya. Bangsa Indonesia ini tidak akan pernah mengalami suatu kemajuan apabila orang-orang yang menempati Indonesia tidak dapat menerapkan nilai-nilai moral yang ada. Apakah mereka tidak takut akan hukum yang ada di Indonesia ini. Seharusnya para koruptor harus bisa lebih memahami akan pentingnya Undang-Undang Dasar karena itu merupakan pokok yang terpenting bagi bangsa Indonesia.
Harta kekayaan yang berlimpah menjadi alasan para koruptor untuk melakukan hal tersebut. Padahal begitu banyak anak-anak yang terlantar, tidak dapat mengenyam pendidikan dengan baik dan juga banyak yang tidak dapat merasakan nikmatnya tidur dengan beralas kasur. Angka kemiskinan tiap tahun semakin meningkat, anak-anak jalanan yang mengamen di tiap-tiap lampu merah khususnya di daerah tempat penulis tinggal yaitu Nusa Tenggara Barat tepatnya di Kota Mataram. Menurut penulis angka kenaikan jumlah anak jalanan yang semakin meningkat tiap tahunnya. Didaerah Kota Mataram semakin banyak anak-anak jalanan yang mengamen demi sesuap nasi, penulis juga sering mengikuti kegiatan sosial yang diadakan oleh organisasinya Dewan Anak Lombok Barat dimana seluruh anggota Dewan Anak Lobar memberikan yang terbaik bagi anak bangsa. Namun terkadang penulis merasakan kesedihan akan masalah yang terjadi pada Bangsa Indonesia ini, terutama kasus korupsi yang tak kunjung henti. Seharusnya pejabat harus dapat menepati janji-janji mereka kepada masyarakat, jangan hanya datang kepada masyarakat kecil ketika diadakannya PEMILU saja namun harus bisa lebih memprihatikan masalah-masalah yang terjadi pada rakyat. Ketika seorang pejabat telah dipilih oleh rakyat kebanyakan mereka lupa akan janji-janjinya, hal itu yang membuat rakyat geram dengan janji-janji para pejabat. Ditambah lagi denga masalah korupsi yang akhir-akhir ini menimpa pejabat di Daerah maupun di Ibukota. Penulis merasa bahagia ketika mendengar telah dibangun penjara “LAPAS SUKAMISKIN” yang terletak di Jawa Barat. Terlebih lagi Lapas tersebut digunakan bagi para koruptor. Hal ini sangat membantu Pemerintah dalam mencegah terjadinya korupsi karena dengan adanya Lapas ini dapat memberikan rasa malu bagi para koruptor.
Nilai Kejujuran dalam kehidupan harus ditegakkan terlebih lagi bagi para pejabat yang harus menjujung tinggi nilai kejujuran yang mereka miliki, dengan adanya kejujuran maka akan menimbulkan dampak positif. Masalah politik yang ada di Indonesia akan semakin membaik jika memiliki rasa tanggung jawab dan juga kejujuran dalam setiap amanah yang dipegang. Jika kita mampu untuk merefleksikan nilai kejujuran yang merupakan kebenaran universal, tentu akan menjadi kekuatan yang mampu menggetarkan sendi-sendi kehidupan Bangsa menuju Indonesia yang lebih baik.
“Oh oh ya oh ya oh ya bongkar!
Penindasan serta kesewenang wenangan
Banyak lagi teramat banyak untuk disebutkan
Hoi hentikan hentikan jangan diteruskan
Kami muak dengan ketidakpastian dan keserakahan”
(cuplikan lagu Bongkar)Iwan Fals

Dari lirik lagu ciptaan Iwan Fals memberikan pesan bagi para koruptor untuk tidak menindas rakyat Indonesia dengan sewenang-wenangnya. Lagu tersebut sangat memberikan pesan yang sangat berarti bahwasanya para koruptor harus mampu untuk menghentikan aksinya dalam memakan uang Negara yang dapat merugikan bangsa Indonesia ini. Semua masyarakat Indonesia telah geram dengan aksi-aksi para koruptor yang memakan uang rakyat, dan menimbulkan permasalahan ekonomi yang berkepanjangan.
Masalah politik di Indonesia ini diharapkan untuk tetap menemukan titik terang permasalahan agar tidak terjadi konflik-konflik yang tidak diinginkan. Semua harus dilakukan dengan kejujuran. Indonesia harus mampu untuk menciptakan nilai-nilai kejujuran dalam setiap aktivitas. Baik dalam dunia Politik maupun dalam dunia Pendidikan. Sejak TK hingga SMA, pelajar di Indonesia harus ditanamkan lagi nilai-nilai kejujuran agar terciptanya Indonesia yang bebas dari masalah Korupsi. Tidak hanya dalam masalah korupsi tetapi permasalahan yang ada seperti PEMILU yang akan diadakan pada tahun 2014, harus dilandaskan dengan nilai-nilai kejujuran agar pada saat memilih Presiden dan Wakil Presiden tidak menimbulkan kecurangan. Dan diharapkan pada tahun 2013 ini masalah Politik yang ada di Indonesia akan semakin membaik dan menunjukan titik terang.
Dan juga para pemuda maupun pemudi harus mampu untuk ikut serta dalam membantu Pemerintahn untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa Indonesia, masalah Politik yang terjadi di Indonesia ini tidak saja mengharuskan untuk orang dewasa yang mengkonsumsi berita-berita yang ada di media masa, tetapi para remaja sangat baik jika memiliki keinginan untuk membantu mencapai Indonesia yang lebih baik di masa depan. Dengan pemuda dan pemudi yang ikut serta dalam membantu masalah-masalah yang ada di Indonesia akan dapat memberikan  kemudahan bagi para Pemerintah untuk dapat menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di Indonesia. Setiap anak memiliki hak partisipasi untuk dapat mengemukakan pendapatnya, hak ini harus dapat dipenuhi. Jika dari usia remaja telah memikirkan akan keadaan bangsa Indonesia ke depan, hal ini yang sangat memberikan dampak positif dikemudian hari dimana remaja tidak hanya saja memikirkan akan dunia hiburan yang ada tetapi memfokuskan diri pada sebuah permasalahan yang terjadi di Indonesia ini. Dengan semakin banyak anak Indonesia yang peduli terhadap masa depan bangsa ini, maka bangsa Indonesia di masa yang akan datang akan dipimpin oleh tunas bangsa yang memiliki semangat juang dalam membela bangsa Indonesia. Dengam begitu Indonesia semakin lebih memahami akan pentingnya nilai sebuah kejujuran. Semangat kejujuran demi terwujudnya Indonesia yang bebas korupsi.


       


Friday, January 4, 2013

RESOLUSI BARUKU PERAHU KERTAS

Haiii....ketemu lagi dengan aku “Lutfiya AL-Qarani” yang biasa dipanggil Fiya. Tau nggak sekarang aku ingin menulis pengalaman seharian ini yang menurutku penuh makna yang berarti, Hmm bingung banget mau mulai dari mana tapi dari tadi jari-jariku sudah gatal ingin segera mengetik di depan laptop. Hai..guys kali ini mengenai mimpi, kayaknya tiap tullisan ini isinya mimpi-mimpi terus ya hehehe...
Hari ini tanggal 4 Januari 2013 masih diawal tahun nih..
Aku sangat bersyukur karena masih diberi kehidupan sama Allah S.W.T untuk merubah hari menjadi lebih baik dari pada sebelumnya. Malamnya aku tak bisa tidur seperti biasa itu adalah kebiasaanku terkadang aku berfikir mengidap penyakit yang susah tidur atau lebih tepatnya insomnia gak tau deh bener atau nggak namanya itu hehehe...
Dari  pada aku yang susah tidur dari semenjak malamnya lebih baik aku membaca buku mengenai Oki Setiana Dewi yang kubeli berbarengan dengan novel karya mbak Dewi Lestari “Perahu Kertas” yang hingga kini membuatku masih kagum dengan ceritanya dan juga dengan pemain-pemainnya yang memiliki sejuta kemampuan yang luar biasa. Oke kucukupkan dulu untuk bercerita lebih dalam lagi mengenai sosok Maudy Ayunda yang terkadang selalu memberikan inspirasi kepadaku. Padahal umurku denganya sama kami sama-sama lahir pada tahun itu. Cukup senang sekali.
Hingga aku dapat tertidur , tak terasa suara adzan shubuh berkumandang menandakan waktu sudah subuh, dan saatnya umat muslim untuk melaksanakan sholat, kebetulan saat ini aku sedang ada tamu.
Hingga langsung kulanjutkan membaca setelah ku selesai berdoa setelah adzan sembari memohon agar diberi hari yang lebih baik di hari ini.
Wah hingga waktunya tiba, aku langsung mandi dan bersiap siap untuk pergi sekolah. Kunyalakan motor dan kusegera masuk kamar lagi untuk mempersiapkan buku dan mengambil tas sekolahku. Memang kuakui aku sangat lalai sekali dalam mnyiapkan buku namun kali ini aku memiliki pemikiran yang tiba-tiba muncul dari inspirasi-inspirasi film-film maupun buku-buku yang telah aku baca ataupun kulihat.
Sampai disekolah, kuawali hariku dengan berdoa sebelum memasuki gerbang sekolah, berharap hari ini dapat menerima pelajaran dengan baik dan dapat memahaminya.
Hingga saatnya IMTAQ, aku berlari karena ternyata aku hampir telat. Aku bertemu dengan teman lamaku yang masih sampai sekarang menjadi temanku walaupun kami beda kelas namun kami tetap bersahabat. “Hai..jen” sahutku. “Hai..fi, ayo kita ke lapangan tengah” katanya. Kami pun segera pergi ke lapangan tengah, dan ternyata siswa-siswi MAN 2 Mataram sudah padat berkumpul di lapangan tengah.
Mereka pun mengaji dan aku mendengarkannya saja, namun setelah itu ku buka novel Oki Setiana Dewi yang berjudul “Melukis Pelangi” karena memang saking ngantuknya tadi malam aku tidak dapat menyelesaikannya.
Yah..bel pun berbunyi tanda masuk kelas, kukira guru-guru tidak mengajar lagi pada hari ini namun ternyata mereka mengajar. Ada dua keinginanku yang pertama aku sangat senang belajar kembali namun aku juga ingin melanjutkan membaca. Tapi sangat kupahami bahwa belajar lebih penting karena sebentar lagi aku akan menghadapi Ujian Nasional 2013 dan tentunya mengikuti tes SNMPTN 2013 yang kuharapkan dapat masuk Universitas Indonesia khususnya jurusan Hubungan Internasional seperti biasanya.
Aku akan memberitahu bahwa aku dan teman-temanku hari ini berencana untuk menonton film Perahu Kertas 2. Aduh,,sontak saja aku merasa kaget ketika mereka ingin menonton Perahu Kertas 2 mengapa? Karena aku belum menonton Perahu Kertas Pertama. Aduh hati ini gundah gulanah rasanya entah mengapa mereka ingin menonton, mungkin karena penasaran. Aku pun demikian sangat penasaran dengan filmnya tapi aku sudah tidak terlalu penasaran karena sudah membaca novelnya dan itu membuatku sangat gembira.
Pada akhirnya sahabatku Ayu dan Dinda memiliki film Perahu Kertas Pertama, sungguh suatu kabar yang membahgiakan pasalnya aku akan dapat segera menonton yang pertama kemudian dilanjutkan sorenya dengan Perahu Kertas 2 . Wah sungguh ini suatu kebahagiaan tersendiri dalam diriku. Akhirnya aku meminta film tersebut kepada Dinda namun tidak bisa ia berikan saat disekolah karena aku tidak membawa Flash Disk, terpaksa aku yang harus kerumahnya untuk mengambil film itu saat pulang sekolah tiba.
Selesai membooking tempat di “Star Disk” tempat menyewa kaset sekaligus nonton film bioskop, kemudian aku pun pulang. Bisa dibilang “Star Disk” adalah tempat dimana anak-anak Mataram sering menonton film terbaru. Karena di Mataram tidak ada bioskop seperti di kota-kota besar maka kami pun sepakat untuk menonton disana. Tepatnya menonton Perahu Kertas 2.
Sore pun tiba, aku segera bersiap-siap untuk menjemput Cut tetanggaku sekaligus teman kelasku tepatnya kelas XII IPA 1 wali kelas Pak Shofyan. Bisa dibilang Pak Sofyan adalah sosok guru yang benar-benar sabar yang pernah kutemui, aku jarang bahkan bulum pernah melihat beliau marah. Beliau mengajar matematika dikelasku sungguh beliau sangat kubanggakan karena usianya yang sudah tua namun semngatnya yang tak pernah henti untuk mengajar yang membuatku begitu kagum akan dirinya. Cara mengajarnya juga dapat dipahami dengan jelas walaupun terkadang aku kurang paham namun aku tak terjenti disitu aku mencari jawaban hingga benar-benar paham. Mungkin saja sahabattku Hilya yang kurasa dia juga sabar terkadang aku tak enak bertanya terus kepadanya namun menurutku tanpa bertanya maka aku akan sesat dijalan. Akhirnya aku bersi keras untuk selalu bertanya, padanya Hilya maafkan aku ya yang terkadang membuatmu repot dengan pertanyaan-pertanyaanku mengenai matematika. Kamu memang sahabat yang baik.
Aku pun telah sammpai sekolah, dan aku sangat terkejut bahkan luar biasa terkejutnya mengapa? Ternyata Dinda sahabatku tidak ada disana padahal tadi ditelfon kusuruh dia untuk menunggu di kost Ririn namun sampai di kost Ririn mereka juga tidak ada akhirnya ku kesekolah sambil perasaan sedikit kesal. Dan ternyata sampai sekolah Dinda tidak  ada juga. “Huhhh..mana si Dinda itu katanya tadi  nunggu di kost Ririn sekarang saya keskolah dia nggak ada” gerutuku. Cut yang hanya bisa terdiam, karena memang dia anak yang pendiam tapi seru juga jika aku telah mengobrol denganya.  Rasanya nyambung walaupun terkadang juga tidak hehehe...
Yah pada akhirnya Dinda telah ditemukan yang mulanya aku ingin menggunakan Radar Neptunus untuk mengetahui keberadaanya, namun tidak jadi karena kami telah menerima surat pendek alias SMS darinya melewati hp Cut. Memang akhir-akhir ini aku tak punya pulsa, karena faktor malas membeli dan juga menurutku tak terlalu penting karena memang aku tak memiliki kekasih dan belum waktunya menurutku.
Kami pun sampai di kost Shuzan tempat Si Princess alias Dinda_jho itu bersembunyi sampai disana aku melihat banyak sekali motor-motor yang nampaknya kukenal dengan orang-orang yang memiliki motor itu. Mereka semua adalah anak COMPAST yang artinya Communitas IPA SATU. Kami membuat nama itu sudah cukup lama saat kami masih kelas XI. Sahabat memang seperti kami, pernah suatu ketika kami satu kelas kena remidi matematika karena bu guru tidak percaya dengan hal itu, memang aku akui kami memiliki rasa gotong royong yang tinggi tidak hanya di luar kelas saja tidak hanya dalam acara Lomba maupun lainnya namun sewaktu ulangan kurasa kami memilki itu. Hingga pada suatu waktu kami sadar bahwa hal yang seperti itu tidak perlu diteruskan. Kata guru-guru, gotong royong itu boleh namun tidak dalam ulangan. Beliau selalu menasehati kami hal tersebut.
“Hai...Dinda, kamu mau mempermainkanku!”sahutku dengan nada keras, padahal aku sih suka becanda dengannya. Karena harus kuakui aku orang yang tidak pernah bisa untuk marah dengan teman yang begitu lama. Menurutku itu hanya sia-sia. Namun aku teringat akan seseorang yang ada di sekolahku, yang hampir mengisi hati yang kosong ini. Tapi pada akhirnya ia mencincang cincang hati ini hingga terbelah dan terhempaskan entah kemana. Sempat saat itu aku merasakan sakit hati yang mendalam, mungkin sampai saat ini mulutku masih sangat sulit untuk menegurnya. Aku tahu dan aku mengerti bahwa tidak berteguran itu tidak boleh, namun aku anggap kami tidak bermusuhan namun aku hanya malas saja berbicara dengan orang yang pernah membuat aku hampir gila dan hampir saja membuat nilai-nilai sekolahku hancur. Untungnya saja semua ku tepis dengan perasaan bahagia, dimana perasaan yang tiba-tiba datang mengatakan padaku bahwa aku harus bangkit dari ketrpurukan aku harus bisa melawan ini semua, karena menurutku masa depan lebih penting dari pada memikirkan hal yang seharusnya tidak dipikirkan. Kali ini aku harus benar-benar bangkit dan bangkit. Akhirnya aku pun dapat meloloskan diri dari penjara yang menyakitkan. Penjara akibat Jebakan Cinta pada seorang remaja seperti diriku.
“Fiy..tau kenapa begini karena Shuzan gak tau tempat StarDisk itu makanya saya kesini buat temenin dia” jawabnya . Sudah kucukupan saja sampai sini, percakapan yang hanya becanda.
Kami pun segera melaju ke Star Disk, wah tepatnya lagi Si Princess alias Dinda_jho. Belok ke arah yang berbeda dari diriku, sudah kutebak saat itu pasti dia ingin lewat UNRAM karena ingin bertemu dengan kakak yang ia kagumi kayaknya sih. HEHEHE
Namun ternyata salah besar, ia tidak sedang mencari kakak itu namun ia hanya ingin lewat sana saja.Hal itu yang membuatku mutar jalan lagi.
“Hai..Hilya ayo kita masuk mbaknya sudah nunggu tuh” ajakku kepada Hilya. “Iya...tunggu si Dinda sama Ririn” sahutnya.
“Kemana lagi mereka lama amat, coba kutebak pakai Radar Neptunus” kali ini aku mengulang kata itu, semenjak aku selesai membaca novel itu maka kata yang sering aku pakai adalah Radar Neptunus dan juga Pura-Pura Ninja. Aduh mbak Dee kok pintar amat cari kata-kata yang selalu dikenang orang, sukses terus buat mbak. Semoga suatu hari nanti mbak bisa menyempatkan waktu untuk sekedar membaca tulisanku.
Akhirnya kami pun mulai menonton film Perahu Kertas 2, kami duduk di ruang VIP 2 yang harus mebayar Rp 70.000 karena ruangan yang paling besar. Aku pun segera duduk dan menyaksikan film itu dengan khusuk, sambil duduk di sofa berwarna merah, sepertinya sofa itu sudah lama hingga ia juga tidak terlalu bagus lagi, namun masih layak disebut sofa karena masih bagus namun tidak terlalu.
Pada saat menonton film itu. WOW... membuatku berteriak karena yang ku tonton sangat seru dan menyegarkan terkadang aku menangis terkadang aku tersenyum sepertinya aku telah terbawa dengan film itu. Dan aku tak menyesal menontonya, karena memiliki banyak makna yang terpendam. Salah satu analisisku yaitu cerita itu memiliki nilai education,culture dan juga relationship with the other people’s sungguh menginpirasi.
Sangat kagum sekali akan kepiawaian Hanung Bramantyo dalam mebuat film. Sunggu Amazing, memang kuakui film-film beliau sangat bagus dan banyak memberikan nilai education. Karena memang aku sangat senang dengan kaitanya dengan education dan membangkitkan semangat.
Ketika diperjalanan banyak yang kupikirkan  salah satunya memiliki resolusi terbaru di awal tahun 2013. Tentang mimpi-mimpiku, masa depanku kelak tentang ujian nasional dan juga tentang PR dan novel yang belum kuhabiskan baca dan juga tulisanku yang sewaktu waktu dapat kujadikan novel dan dapat diterbitkan. Sunggu impian terbesarku salah satunya menjadi Penulis terkenal. Memang setiap penulis tidak semuanya ingin menjadi terkenal namun keinginanku yaitu memberikan banyak inspirasi kepada orang banyak melalui tulisanku dan suatu hari nanti ada waktunya dimana novelku dapat aku terbitkan. Semoga.
Sepulangku dirumah aku banyak berfikir bahkan aku berbicara sendiri didepan kaca itu sudah menjadi rutinitasku tiap hari berdiri di depan kaca dan berbicara layaknya Menteri yang berbiacara kepada masyarakat Indonesia. Aku berbicara bahasa inggris, maupun arab yang terkadang aku pun tak mengerti apa bahasa arabnya. Jadinya aku mengucapku ngawur saja jika aku lupa. Misalkan saja seperti berbicara mengenai keadaan Negeri ini atau Ekonomi maupun mengenai Ujian Nasional. Mungkin saja cermin adalah teman terbaikku di kamar untuk dapat mengungkapkan semua resolusi terbaruku.
Aku harus berubah, kali ini aku harus berubah demi mamaku. Malam ini mama pulang dari Lombok Timur dan aku hampiri beliau dan bersalaman kemudian aku mendatanginya dan bertanya akan sesuatu, yang menurutku itu sangat penting. Namun sebelum aku bertanya, mama sudah duluan berbicara “Fiya, tau mama barusan nonton Maudy itu di Hitam Putih dia pakai baju sopan dan juga pintar main gitar, mama senang banget liat dia, udah badanya bagus, giginya rapi rambutnya bagus, ninik bilang kalau kamu langsing kamu kamu hampir mirip dia tapi nggak terlalu juga sih karena gigimu kurang rata, makanya mau pakai behel” kata mama.
Perkataan mama membuatku berfikir lagi sembari aku memijitkan kakinya aku juga berfikir, entah mengapa aku enggan menggunakan behel karena menurutku aku akan jadi bahan ejekan, karena aku adalah orang yang menggunakan kacamata, berjilbab, dan juga memiliki postur tubuh yang bisa dibilang tidak seperti remaja lainnya. Aku akui itu aku tidak sempurna. Karena tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.
“Iya, ma aku juga sangat kagum sama dia, ma aku mau nanyak, sebenarnya yang mama mau dari aku itu apa ma jujur ya? Tanyaku dengan serius.
“Mama cuma mau kamu langsing, dan juga kamarmu yang selalu kamu beresin, bukan hanya kamu belajar saja dan meraih prestasi setinggi langit tapi kamu juga harus bisa langsing, ingat Fiya waktu kamu SMA tinggal 4 bulan lebih dan setelah nya kamu akan kuliah, apa kamu tidak malu dengan memiliki postur tubuh yang seperti ini” jawabnya dengan wajah penuh pengharapan.
“Iya,, ma aku akan usaha untuk mama” jawabku
“Iya..kamu boleh bilang kamu mau langsing, ingat jangan khianati dirimu sendiri”
“maksundya ma?”aku tak paham akan maksud mama
“Maksudnya, kamu sering bilang liat besok lagi 3 atau 5 bulan aku udah langsing, tapi buktinya dari kamu SMP kamu bilang gitu gak ada buktinya sampai sekarang” jawabnya
Sungguh, aku tak dapat berkata apapun saat itu, aku sadari betul memang tidak hanya pada mamaku saja tetapi pada ayah, bibikku yang bekerja dirumah bahkan sahabat-sahabat pondokku dan juga teman-teman kelasku, aku selalu berkata pada mereka aku pasti akan langsing namun itu hanya perkataanku saja, niat dalam hatikku belum ada. Hingga pada malam ini aku berfikir keras, aku ingat waktukku tinggal sebentar untuk dapat menjadi anak kuliahan Universitas Indonesia jurusan Hubungan Internasional. Dan badanku sampai sekarang belum menunjukan tanda-tanda penurunan berat badan. Jujur aku tak malu menuliskan hal ini pada ceritaku kali ini, karena pada kenyataanya seperti itu.
Aku mulai berfikir akan resolusiku selanjutnya, yaitu fokus pada pengurusan badan pada bulan januari ini. Dan itu harus kulakukan karena mama sudah sangat peduli denganku hingga ia membelikan alat pelangsing badan, dan itu harus kugunakan dengan sebaik mungkin. Dalam hatikku berkata, aku percaya dan yakin suatu hari nanti tiba waktu itu untuk membuat diriku ini berubah menjadi yang diinginkan mama ayah dan semua keluargaku bahkan teman-temanku. Dan mulai hari ini aku belajar dari kesalahan yang pernah kuperbuat.
Resolusiku selanjutnya adalah semangat belajar karena waktu Ujian Nasional 2013 sudah dekat dan akan semakin  dekat. Kebiasaan malas terkadang menghampiriku harus kuhilangkan dengan baik, targetku mendapat nilai tertinggi se-Indonesia, namun jika memang tak dapat tercapai aku tak akan sedih, tapi aku percaya bahwa aku pasti bisa.
Kemudian, targetkku selanjutnya masuk Universitas Indonesia jurusan Hubungan Internasional. Atau bisa juga dapat beasiswa agar meringankan beban ayah dan mama. Semua itu harus aku lakukan sendiri, karena memang jika ingin sukses tergantung dari diri sendiri dari jiwa sendiri dan dari hati sendiri pula.
Tiba-tiba saja saat itu bunyi HP mama berdering dan ternyata itu ayah, dan aku mengangkatnya.
“Hallo, assalmualaikum”
“Walaikummsalam,fiya gimana kabarnya?
“Baik yah, ayah gimana?”
“Baik juga, gimana perubahanya, ingat ya waktu kamu tinggal 6 bulan lagi terus kamu udah kuliah, ingat kamu harus langsing sebelum lulus SMA, supaya gak malu ntar”
Lagi-lagi ayahku menasehati akan hal itu, namun aku sangat bersyukur atas karena masih banyak yang peduli denganku.
“Ia yah, tadi aku udah olah raga, api belum terlalu”
“Harus bisa itu fiya, ini demi kebaikan kamu ayah cuman mau yang terbaik buat kamu selain belajar untuk lulus UN 2013 tapi kamu harus juga memikirkan olahraga”
“Iya, ayah”
Saat itu percakapan kuhentikan karena ayah yang ingin berbicara dengan mama.
Resolusiku kali ini akan kujalani, hingga targetku tercapai dan membuat resolusi terbaru lagi. Dan itu sudah menunggu didalam buku mimpikku.
Dunia lihatlah aku kelak, dimana waktu itu telah tiba dan saatnya untuk merubah semuanya menjadi lebih indah.
I believe there are many people’s wanna success but the little place and my place in little place for i get success  in my future.
Mataram, 04 Januari 2013 hari jumat tepat jam 00:00 WIT



KESANKU PERAHU KERTAS

 Tik Tik Tik...
Suara rintik hujan terdengar hingga dalam kelas, kubuka laptopku dan pinjam modem temanku segerlah ku buka google search dan mencari twitter, perasaanku yang semakin penasaran akan para pemain “Perahu Kertas” membuatku semangat untuk mencarinya.  Rasa penasaran ini diawali dengan melihat novel “Perahu Kertas” milik temanku yang bernama Cut. Kuhampiri dia lalu bertanya “Cut..itu novel tentang cinta ya?”tanyaku.
“Iya..nih Fi..”sahutnya
“Hmm..aku tak terlalu suka dengan novel mengenai cinta” tungkasku
Lalu aku melangkahkan kaki meninggalkan Cut yang berada di deretan bangku kelas. Entah apa yang terbesit diotakku. Aku memang orang yang awalnya tak sama sekali menyukai novel yang berbau cinta, karena menurutku tak terlalu menarik dibandingkan dengan novel karya Merry Riana, Dahlan Iskan, Muhammad Assad atau Chairul Tanjung menurutku novel-novel karangan mereka sangat inspiratif dan menggugah semangat untuk lebih berjuang demi mencapai cita-cita. Kadang pikiranku mulai konyol entah apa yang sedang aku impikan, menjadi seorang penulis handal suatu hari adalah impian terbesarku setelah menjadi Duta Indonesia. Sesegera ku bertutur dalam hati “Aduh..Fiya kamu itu ingat donk dari orang biasa kenapa juga mimpi seperti itu, apalagi dari kalangan biasa yang belum tentu karangan-karangan kamu diminati banyak orang apalagi penerbit, MIMPI” .
Aku menyadari bahwa itu hanya mimpi, aku tak yakin akan hal itu. Terkadang aku percaya bahwa Dream Make Happens tapi terkadang ingatan itu pupus begitu saja.
Sesampaiku dirumah temanku Dinda datang ke rumah dan ia bercerita bahwa ia sangat penasaran dengan film karya sutradara handal “Hanung Bramantyo” . Seketika itu ingatanku kembali lagi kejadian di kelas ketika berbincang bersama Cut. Entah apa yang terbesit dalam benakku, aku pun teringat akan ditayangkan film “Perahu Kertas” di SCTV pada malam hari itu. Ketika itu kuambil remot tv dan kuganti channel dari MNCLiveStyle menjadi channel 89 (SCTV) dan ternyata aku pun berteriak kegirangan karena film layar lebar “Perahu Kertas” telah tayang. Rasa penasaran itu terjadi ketika kejadian di sekolah yang ribut membicarakan “Perahu Kertas” ditambah kulirik pemainnya yaitu yang kukenal waktu itu hanya “Maudy Ayunda” dan Adipati Dolken serta Reza Rahadian. Mengapa aku memberikan tanda kutip terhadap nama “Maudy Ayunda” karena menurutku dia adalah sosok yang bisa memberikan banyak orang motivasi. Suatu malam pernah ku membuka you tube dan melihat videovideonya salah satu video yang paling aku kagumi hingga saat ini saat kumelihat sekeliling kamarnya yang dipenuhi oleh rak-rak buku yang serba besar dengan buku-buku yang tebal ditambah lagi aku mendapatkan info bahwa maudy langganan majalah luar negeri. “Woww...Keren sekali anak ini sungguh inspiratif” gumanku dalam hati.
Setelah aku menonton filmnya rasa penasaran pun muncul kembali, karena yang ku tonton hanya sebagian, karena keburu iklan hal inilah yang membuatku agak males untuk menonton film bioskop di televisi karena pasti disaat adegan seru langsung deh disambar dengan produk-produk “Gery Chocolatos atau Adem Sari “ dan iklan lainnya. Itu membuat diriku bergerumun hanya dalam hati.
Akhirnya kuputuskan untuk tidak menonton filmnya dan ingin membaca novelnya terlebih dahulu. Awalnya aku sama sekali tidak berniat untuk membaca novel cinta, namun berhubung aku melihat filmnya di SCTV rasa penasaran yang begitu membeludak bagaikan bom yang meledak membuat diriku berfikir harus membacanya.
Keesokan harinya sahabat-sahabatku Hilya dan Dinda datang kerumah untuk bermain dan menonton film, sesekali mereka bercanda denganku dengan mengejekku “Gimana kama kamu udah rapi” . Yah memang sahabatku sudah sangat kental mengenaliku bahkan seluruh kamarku pun mereka sudah sangat hafal bahkan paham bagaimana kondisinya. Maklum saja selesai mengambil buku aku jarang sekali mengembalikannya, namun hal tersebut harus kuubah dengan kebiasanku yang harus rapi. Ketika aku teringat akan video kamar Maudy Ayunda hal tersebut yang membuat diriku harus rapi dan harus. Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 14:00 WIB dan mereka berpamitan untuk pulang dan berencana melaksanakan sholat dzuhur di rumah mereka masing-masing. Selang beberapa menit mereka pulang, aku pun langsung melangkahkan kakiku menuju kamar dan sembari meraba bantak dan guling, untuk tidur siang dan aku sudah berjanji kepada mereka untuk mengcopy film “Perahu Kertas” pada sore hari. Namun hal yang tak diinginkan  terjadi, aku tertidur hingga waktu menunjukan pukul 20:00. “Wow...gawat janjiku kepada Dinda dan Hilya” aku berkata dalam hati sembari kesal karena tidak seorang pun yang membangunkan diriku. Untung saja pada saat itu aku tidak sedang menjalankan kewajiban karena kodrat wanita sudah ada aturannya setiap bulan.
Aku pun teringat akan novel yang ingin kubeli pada sore harinya, yaitu novel “Perahu Kertas”. Keinginanku yang begitu kuat membuat diriku langsung berdiri dan menuju kamar mandi untuk segera mandi, setelah itu aku bersiap-siap menuju Toko Buku Airlangga yang terletak tidak jauh dari sekolahku MAN 2 Mataram. Daerah Gomong, kuambil kunci motor yang bergantung di samping lemari lalu kupanaskan motor dan selang beberapa menit kutancapkan gigi motor dan kugas motor tersebut. Tiba-tiba saja diluar sudah berjatuhan dari air dari awan yang mendung. Kemudian kutelusuri jalanan itu sambil sesekali bibirku komat kamit membaca doa layaknya dukun yang sedang baca mantra. Kubaca surat pendek dan dua tau tiga kali ayat kursi. Hingga pada akhirnya aku telah sampai tempat yang aku tuju yaitu Toko Buku Airlangga. Keadaan parkir pada saat itu telah dipenuhi oleh berbagai macam kendaraan baik kendaraan bermotor maupun mobil dan sepedah ontel pun ada. Memang harus kuakui Toko Buku itu sangat banyak pelangganya terutama para pelajar maupun mahasiswa tak terkecuali lagi guru-guru atau bapak dan ibu-ibu. Terbilang Toko Buku tersebut sangat strategis tempatnya karena bersebelahan dengan jalan raya dan disampingnya Warung Bakso maupun Toko-Toko baju dan sepatu/sandal. Selain itu harganya juga yang tak terlalu merogoh kocek banyak. Lumayanlah bagi harga pelajar seperti diriku. Aku sangat senang membeli buku disana, apalagi hasil nabung uang sendiri selama seminggu. Hmm..hanya cukup membeli satu buku saja rasanya sudah lega. Jika terkadang aku mendapatkan hasil dari lomba-lomba menulis atau berpidato aku langsung membelikannya buku dan sisa separuhnya aku tabung. Tentunya novel yang kubeli adalah novel yang memotivasi dan inspiratif. Namun berbeda dengan biasanya kali ini novel yang kucari bukanlah novel memotivasi ataupun novel inspiratif namun novel yang kucari adalah novel mengenai cinta dan persahabatan serta mimpi-mimpi yang menjadi nyata siapa lagi kalau bukan “Perahu Kertas” film ini telah menggugahku untuk memiliki novelnya.
Kubuka helm, dan langsung kumasuki ruangan sebelum kumembuka pintu yang bertuliska open, aku menaruh seluruh barang bawaanku ke penjaga barang didepan. Dan yang kukeluarkan hanyalah  dompet dan HP saja,karena memang hanya itulah yang aku bawa.
Sebelum ku mencari novel “Perahu Kertas”. Mataku melihat sekeliling sudut ruangan yang dipenuhi buku namanya saja Toko Buku, bagaiamana tidak banyak buku disana “Hehehe” kadang aku tertawa geli sendiri dengan pemikiran konyol. Kemudian mataku terhenti pada sebuah meja yang terletak ditengah dan kudatangi meja itu dan kulihat, dan ternyata buku yang kucari ada disini yaitu “Detik-Detik Ujian Nasional 2013 Tingkat SMA”. Kemudian kuambil buku tersebut mencari yang akan di UN kan untuk jurusan IPA. Namun sayang sekali yang akan diUN kan untuk jurusan IPA hanya ada Kimia. Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia. Langsung kuambil tiga-tiganya sembari melihat dompetku yang kurasa cukup uangnya karena tadi mamaku memberiku uang Rp 50.000 dan kuambil ditabungan Rp 150.000 jadi totdal semua Rp 200.000 yah kali ini uang tabunganku harus kurelakan menghilang karena memang keingannku untuk membeli novel “Perahu Kertas” dan juga buku panduan Ujian Nasional.
Setelah aku mencari buku tersebut. Mataku mulai memandang setiap sudut ruangan yang terdapat dalam toko buku tersebut kemudian mataku terhenti karena aku tidak menemukan novel yang kucari. Akhirnya kuputuskan untuk bertanya kepada petugas “Mbak..novel “Perahu Kertas” ada?”tanyaku
“Oiya..mbak ada pastinya ini mbak” sembari ia menunjuk novel yang berwarna hijau.
Bukan main saat itu bahagiannya diriku telah mendapat novel tersebut, langsung kupergi dan tak lupa mengambil novel inspiratif karya Oki Setiawan, akhirnya sampailah aku pada kasir tiba-tiba kasirnya bertanya kepadaku “Mbak..tumben kesini lagi kemana aja hilang hehehe” tanyanya dengan nada canda. Rupanya mbak mbak petugas yang ada disana telah mengenalku karena hobiku yang selalu ke toko buku ketika aku mendapat uang dari lomba ataupun dari uang tabungan.
“Iya..mbak dari kemarin sibuk sama sekolah sama tugas-tugas” jawabku padahal sih pada saat itu aku belum memiliki uang cukup hehehe...tapi kalau soal tugas sih memang benar itu sangat numpuk yang membuatku jarang untuk dapat mebaca buku koleksi terbaruku.
Beberapa menit kemudian, ditengah perjalanan aku menyanyikan lagu Perahu Kertas yang dinyanyikan oleh Maudy Ayunda. “Kubahagia kau telah terlahir didunia dan ku ada diantara miliaran wanita dan ku bisa dengan radarku menemukanmu” lalalalala ....akhirnya aku telah sampai rumah.
Beberapa menit kemudian,bergegas mengganti pakaian dan segerlah mengambil novel yang baru saja aku beli, sebelumnya aku memiliki angan angan lagi “Hmm. Andaikan suatu hari aku dapat menjadi seorang penulis novel terkenal” hayalku sesekali. Kurebahkan tubuhku di kasur yang berlapis doraemon maklum saja hobiku itu adalah mengoleksi barang-barang robot luar angkasa “Doraemon” Robot yang luar biasa ajaib dan canggih. Terkadang aku terbawa kedalam dunia dongeng Doraemon yang dengan kantong ajaib dapat mengeluarkan alat-alat yang super duper canggih.
“Sudahlah... semua itu hanya hayalan” Terdengar suara batin dari dalam hati. Wah saatnya sekarang aku membuka novel “Perahu Kertas”. Lembar demi lembar ku buka dengan perasaan penasaran yang sungguh bergejolak.
Entah mengapa imajinasiku disana mulai bermain, aku membayangkan Keenan yang berperan sebagai Aditya dan Kugy yang diperankan oleh Maudy Ayunda dan Remir yang diperankan oleh Reza Rahadian dan Luhde diperankan oleh Cipi (panggilan kecilnya di Lombok). Cerita ini sungguh luar biasa dan terkadang kumenoleh jam ternyata tak kusangka waktu telah menunjukan pukul 24:00. Aku membaca dimulai dari jam 21:00 WIB tapi disana aku memiliki niat untuk menghambiskan satu novel itu dalam satu hari, tak apalah aku tak tidur semalam karena rasa penasaranku yang bergejolak, kemudian kukuatkan tekad untuk membaca novel itu seharian hingga tepat pada pukul 03:00 pagi aku meneteskan air mata karena terbawa suasana haru dalam novel tersebut. Aku memang sangat hobi membaca sejak kecil seberapa tebal novel itu jika aku sudah terpikat maka aku akan menghambiskannya dengan cepat. Kemudian suara Adzan berkumandang, menandakan sholat Subuh akupun kaget bukan main sedangkan aku sudah janji pada  diri sendiri untuk menghambiskan novel itu semalaman namun tinggal 5 bab belum selesai aduh.. bahaya nih. Kemudian kuteruskan membaca, hingga waktu menunjukan pukul 06:30 WIB. “Gawat, bisa telat sekolah nih” segera ku mengambil handuk dan berlari menuju kamar mandi.
Beberapa menit kemudian aku segera bersiap-siap sekolah hingga jadwal pelajaran pada pagi hari kususun sungguh ini memang sangat buru-buru dan membuat keringatku keluar disaat aku sudah mandi, tiba-tiba kejadian lain menimpa hujan deras yang membuat diriku harus menunggu hujan hingga henti dan baru berangkat sekolah menggunakan motor karena memang jarak sekolah dengan rumahku agak jauh. Kemudian sesampainya disekolah aku langsung lari menuju kelas dan segera membuka kembali lembaran lembaran yang tersisa 5 bab. Untungnya pada hari ini tidak ada pelajaran tepatnya tanggal 3 Januari hari Kamis. Akhirnya selesailah aku membaca novel ini. Sungguh novel yang inspiratif sekaligus menceritakan kesetiaan seorang sahabat. Hari itu pula aku melihat di twitter bahwa pemeran Luhde dalam film Perahu Kertas anak Lombok yang pernah bersekolah di SDN 07 Mataram dan SMP 2 Mataram. Sungguh betapa terkejutnya diriku ketika mengetahui bahwa pemeran Luhde itu adalah anak Lombok. Wow itu luar biasa menurutku. Lalu kucari namanya tersebut melalui mbah google dan kutemukan twitternya, setelah kubaca ternyata Cipi itu adalah temannya temanku (izmi) sewaktu masih di SMP 2 Mataram, perasaan kaget itu pun terkuak. Luar biasa seperti Dejavu, aku sangat senang walaupun aku tak kenal dia namun aku hanya kenal temanya dan dia juga temanku namun perasaan bahagia itu muncul entah mengapa hal itu terjadi. Kemudian selang beberapa menit aku dm temanku yang juga sahabatku (Izmi) aku ingin meminta nomernya karena akan membicarakan suatu hal mengenai Elyzia atau Cipi. Beberapa menuit kemudian izmi membalas dmku segeralah aku menelponya, dan aku bertanya mengenai temannya (Cipi) betapa takjubnya diriku akan keberhasilannya sekarang memang aku mengetahui bahwa ia sudah lama berkecimpung ke dalam dunia entertaiment namun keberadaanya di dunia entertaiment yang saat ini membuat diriku sangat bangga kepadanya meskipun ku tak mengenalnya namun sosok Cipi itu juga yang mampu memberikan inspirasi-inspirasi baru luar biasa.
Ketika aku mengetahui bahwa penulis novelnya adalah Mbak Dewi Lestari sungguh rasa kagum juga sedang menyelimuti diriku. Semakin aku percaya dan aku yakini bahwa seberapa besar mimpi kita tetapi seberapa besar kita dapat meraih mimpi.
Mimpi juga merupakan satu kunci yang mana akan membawa kita pada suatu mimpi yang sempurna. Hidup tanpa tujuan bagiku tak ada artinya. Terkadang keyakinan ini yang membuat semangat dalam diriku untuk terus menulis. Dan percaya suatu hari nanti dapat menciptakan novel dan bermanfaat bagi banyak orang.
Hujan pun turun. Aku berjalan melangkah melewati koredor sekolah dan kudapati teman-temanku duduk disebelah kelas IPS. Kami duduk berlima sambil menatapi hujan seakan kami terbawa oleh pikiran masing-masing mengenai mimpi yang kita punya. Entah apa yang ada dalam benak sahabatku Dinda. Namun yang jelas aku mengetahuinya dari sorot mata dan pandangan wajahnya yang menunjukkan penuh pengharapan. Tiba-tiba ia mengajakku ke musholla untuk menjalankan sholat dzuhur, segeralah aku menemaninya sembari kami melangkahkan kaki menuju musholla. Dalam langkahku aku berfikir keras dan daya imajinasiku mulai kumainkan dengan menghayal kejadian masa depan, sungguh itu hal yang konyol menghayal akan masa depan. Tidak ada seorang pun yang tau bagaiamana keadaan pada masa depan namun lain halnya dengan diriku yang hanya bisa menerka keadaan masa depan seperti apa, terkadang aku tertawa geli sendiri.
Akhirnya sampai juga diriku pada sebuah musholla sekolah, aku pun menunggu sahabatku itu sambil duduk di depan musholla, kemudian aku mulai membuka laptopku dan memainkan jari jariku untuk menulis ini.
Sepulang kami sekolah kami tak langsung pulang melainkan aku pergi megunjungi tempat sewa kaset dimana akan kukembalikan semua kaset yang aku pinjam. Namun aku meminjamnya kembali tetapi dengan kaset yang berbeda kali ini aku meminjam Sang Pemimpi, Meraih Mimpi dan Semesta Mendukung. Ini akan menjadi cerita baruku pada malam hari nanti. J

Wednesday, January 2, 2013

Happy New Year 2013

Ini adalah hari pertamaku untuk menjalani awal tahun baru yaitu tahun 2013, tepatnya saat ini aku tidak begitu telat menulis ini, Tepat pada tanggal 31 Desember 2012 keluargaku berkumpul dirumah dalam rangka untuk merayakan tahun baru yang nantinya dimulai pada pukul 00:00 dan hari itu akan berubah menjadi hari baru di awal tahun, aku dan keluarga menjalani moment itu dengan bahagia karena maklum saja jarang sekali aku dapat berkumpul dengan ayahku karena ayahku yang bekerja di luar pulau tempatku tinggal tepatnya di Pulau Lombok. Memang terkadang keadaan tersebut membuatku merasa kesedihan namun hal itu sudah biasa ku alami karena aku memeang telah terbiasa ditinggal oleh ayahku bekerja di Jakarta maklum saja ayahku bekerja sebagai seorang pelaut yang tugasnya pindah-pindah tetapi sejak 4 tahun terakhir ini ayahku sudah ditetapkan untuk bekerja di kantor dan berhenti berlayar, aku mengetahui akan perjuangannya yang begitu besar demi mencukupi biaya keluarga memang itu sudah menjjadi kodrat bagi seorang ayah sebagai kepala keluarga, kami sangat menikmati malam itu karena ayahku barus saja pulang dari Bali. Terlebih lagi ditambah keluarga dari mama yang datang membuat suasana malam itu terasa berharga dan kapan lagi keaadaan itu dapat terulang gumanku dalam hati.
Tentunya tahun 2013 aku sangat berharap yang lebih baik lagi dari tahun sebelumnya yaitu dapat LULUS UN 2013 dengan nilai memuaskan, dan juga dapat masuk Universitas Favorite, tentunya Universitas yang kupilih yaitu Universitas Indonesia aku sangat bercita cita suatu hari nanti aku dapat masuk Universitas Indonesia dengan mengambil jurusan HI (Hubungan Internasional) tentunya Fakultas FISIP. Niat itu sudah ada sejak aku masih SMP. Aku memiliki buku 100 impian yang kutulis dalam beberapa kertas namun tak semua impian dapat tercapai setidaknya 1 atau 2 impian tercapai saja aku sudah sangat bahagia.
Yang terpenting sekarang aku ingin sekali membahagiakan kedua orang tuaku selagi mereka masih sehat. Semoga di Tahun 2013 aku dapat mewujudkannya.
Suatu saat nanti aku juga akan menuliskan beberapa impian yang telah kucapai dari 100 impian yang aku punya.
Keinginan yang paling dalam ingin memotivasi banyak orang dan memmberikan insipirasi.